LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
ROUTING DINAMIS
ROUTING DINAMIS
Disusun Oleh Kelompok B :
Aldi Hanif Muslim (064001700007)
Adiweno Niko Gunanto (064001700006)
M. Pratama Raditya (064001700021)
Emo Syahrul Kurniadi (064001600003)
Teknik Informatika
Fakultas Teknologi
Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017
TUJUAN
Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum kedelapan
matakuliah Jaringan Komputer. Selain itu, hal ini juga berguna sebagai panduan
umum untuk konfigurasi routing dinamis didalam Cisco Packet Tracer.
TEORI
PERCOBAAN
Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah Routing dinamis
adalah routing yang dilakukan oleh router dengan cara membuat jalur komunikasi
data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Jika ada perubahan
topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur routing
yang baru.
Kelebihan
Routing Dinamis
Menggunakan
metode “Triggered Update”.
Memiliki
timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
Jika terjadi
perubahan pada jaringan, sementara waktu pada timer belum habis, router tetap
harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut
(triggered update).
Mengatur
routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat
diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link pada jaringan.
Kekurangan
Routing Dinamis
Jumlah host
yang terbatas.
tidak memiliki informasi tentang subnet setiap
route.
tidak
mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
Ketika pertama kali dijalankan, RIP hanya mengetahui cara routing ke
dirinya sendiri (informasi lokal / localhost) dan tidak mengetahui topologi
jaringan tempatnya berada.
LANGKAH
PERCOBAAN
1. Buat
topologinya, yang terdiri dari 3 buah router dan 3 buah PC yang masing-masing
routernya terhubung dengan 1 PC berbeda. Router pertama dan kedua terhubung
dengan serial 2, sementara router kedua dan ketiga terhubung dengan serial 3.
2. Kemudian
isilah IP address untuk PC0 192.1.1.2 dan default gateway 192.1.1.1, sementara
untuk PC1 isi IP address dengan 193.1.1.2 dan default gateway 193.1.1.1 lalu
untuk PC2 isi IP address dengan 194.1.1.2 dan default gateway 194.1.1.1
3. Setelah
melakukan konfigurasi IP untuk PC lalu kita lakukan konfigurasi IP untuk
router. Pertama pilih Router0 dan masuk ke CLI, kemudian masukan perintah
berikut.
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 192.1.1.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.1
255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Sementara
untuk Router1 masukan perintah berikut.
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 193.1.1.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.2
255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.1
255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Kemudian
untuk Router2 berikan perintah berikut.
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 194.1.1.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.2
255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Keseluruhan
perintah yang diberikan pada ketiga router tersebut adalah konfigurasi router
untuk serial router dan juga konfigurasi jaringan FastEthernet0/0 masing-masing
routernya.
4. Langkah
selanjutnya adalah mengonfigurasi routing RIP pada masing-masing router. Untuk
Router0 masukkan perintah berikut di dalam CLI.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network
192.1.1.0
Router(config-router)#network
10.1.1.0
Sementara
untuk Router1 masukkan perintah berikut.
Router>en
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network
10.1.1.0
Router(config-router)#network
193.1.1.0
Router(config-router)#network
11.1.1.0
Lalu
untuk Router2 masukkan perintah berikut.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network
194.1.1.0
Router(config-router)#network
11.1.1.0
5. Langkah
terakhir adalah proses ping secara acak, lakukan untuk menguji bahwa
keseluruhan konfigurasi yang sudah kita buat dapat berjalan dengan baik dan
lancar. Terlihat bahwa keseluruhan proses ping sudah
berhasil/Successful.
KESIMPULAN
Routing
dinamis adalah routing yang dilakukan oleh router dengan cara membuat jalur
komunikasi data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Jika ada
perubahan topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur
routing yang baru.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar